Retakan Cermin
Di jalur bebas pergi, ia manyaksikan kepergian di tubuhnya. Semut dan nyamuk kadang juga lalat sesekali hinggap lalu pergi. Bukan bangkai, tetapi sesuatu menguar begitu saja. Ia pasrah saja ketika melihat dirinya meninggalkan tubuhnya, seseorang dari jendela tetangga berujar pelan hampir tak terdengar. “aku baru melihat kepergian semacam itu seumur-umur”. Menembus ego nan angkuh, ia bernalar keras-keras. Katanya ia yang paling punya itu titik! Seseorang lagi dari jendela rumah paling ujung ikut menambahi, biar kau gantungkan sesuatu paling ideal pun dan paling menurut orang lain pun!. Agar terhindar dari semua itu. tidak mungkin!. Dunia ini sudah penuh dengan omongan seperti itu. di matamu memang tidak berguna, tetapi bagi orang lain itu cukup jadi tema menghabiskan waktu luang. Percuma, akan selalu bermakna ganda pada kacamata selain kacamatamu. Iya memang, kamu dan aku sama di buku-buku agama yang sering kita baca itu. aku tahu isi tafsirannya jelas ngomong itu, tapi tetap saja berbe...