Postingan

Retakan Cermin

Gambar
Di jalur bebas pergi, ia manyaksikan kepergian di tubuhnya. Semut dan nyamuk kadang juga lalat sesekali hinggap lalu pergi. Bukan bangkai, tetapi sesuatu menguar begitu saja. Ia pasrah saja ketika melihat dirinya meninggalkan tubuhnya, seseorang dari jendela tetangga berujar pelan hampir tak terdengar. “aku baru melihat kepergian semacam itu seumur-umur”. Menembus ego nan angkuh, ia bernalar keras-keras. Katanya ia yang paling punya itu titik! Seseorang lagi dari jendela rumah paling ujung ikut menambahi, biar kau gantungkan sesuatu paling ideal pun dan paling menurut orang lain pun!. Agar terhindar dari semua itu. tidak mungkin!. Dunia ini sudah penuh dengan omongan seperti itu. di matamu memang tidak berguna, tetapi bagi orang lain itu cukup jadi tema menghabiskan waktu luang. Percuma, akan selalu bermakna ganda pada kacamata selain kacamatamu. Iya memang, kamu dan aku sama di buku-buku agama yang sering kita baca itu. aku tahu isi tafsirannya jelas ngomong itu, tapi tetap saja berbe...

Kota Para Koruptor

Gambar
 Kota para koruptor Kota-kota tanpa masa lalu sedang berjuang melawan sisa-sisa kenangan yang mengepung tiap sudut perasaan yang sedang hancur, mencoba mengumpulkan puing-puing ingatan untuk segala yang pernah melintas  di kepala. Di balik dinding kamar suaramu meracau seraya mendesir, karena suara tembakan yang kini sedang siap mencari korban untuk menembus bagian tubuh mana yang akan menjadi sasaran untuk kita. Diluar peluru-peluru sedang melesat memburu seluruh yang ia anggap pantas. Ia tak meninggalkan jejak kecuali mati, kematian baginya adalah sesuatu yang menyenangkan betapa tidak cepat atau lambat kematian hanya perkara waktu untuknya. Semenjak ia ditinggal kekasihnya, hidupnya selalu dirundung peperangan. Tak ada yang istimewa semenjak suara-suara senjata sering menemani hidupnya, tempat ini sudah menjadi kuburan masal bagi kenangan yang masih berserakan di luaran sana. Kekayaan menjanjikan masalah disetiap jengkal tanah kami beberapa kilometer dari rumahku. Aku berja...

Kursi Kosong

Gambar
  Di pagi yang penuh tanya. Sambil melipat tangannya. Di teras depan rumahnya. Ia berdiri menyandarkan tubuhnya di sebuah pintu yang engselnya terbuat dari potongan-potongan ban mobil bekas. Yang kebetulan di ambilnya dua minggu yang lalu dari tetangganya. Dan kebetulan juga tetangganya bekerja sebagai mekanik ban atau lebih tepanya tukang tambal ban. Ia memandangi kursi yang berjejer di teras rumahnya. Ada lima kursi, tiga kursi membelakangi dinding rumah dan yang dua kursi lagi menghadap di bagian ketiga kursi itu. Hanya di batasi sebuah meja kecil yang di ambilnya dari rumah mertuanya untuk menaruh seluruh pelengkap warna warni pagi semisal kopi dan pisang goreng. Setiap pagi ia di gerayangi tanya, kenapa kelima kursi itu ada satu kursi yang paling berbeda? Kursi yang paling pojok. Kenapa setiap orang yang datang bertamu tak pernah duduk di kursi itu? Bahkan pernah, serombongan kawan datang berkunjung sekitar Sembilan orang. Tak pernah seorang pun duduk di kursi itu. Mereka rela...